Total Happiness Is A State of Mind?

article by Zubli Zainordin http://totalhappiness.wordpress.com The question - is total happiness a state of mind? My answer is, “no”. Total happiness is not a state of mind. The proof? The mind is a metaphysical space that centers within our physical brain. The “sanubari” is a metaphysical space that centers within our physical heart. In the mind, we see visuals, and images. Thus the techniques of visualization and imagination. These two for the moment, because there are more information on the vast subject of the mind. In the heart, we feel energy, and sensation. Thus the techniques of harnessing of the emotions. Can anyone see total happiness? No. So do you see total happiness, or do you feel total happiness? Of course, you cannot see total happiness, yet you are able to feel total happiness. Therefore, total happiness is not the state of your mind, but a feeling which is a part of your emotions in the heart. Those who go to the mind to obtain total happiness shall not obtain it. Even if an individual think happy thoughts, yet she or he cannot attain total happiness or be totally happy, unless she or he feel a totally happy emotion, then only she or he is in total happiness.

Soalan-soalan Positif

Dalam artikel lepas saya telah berkongsi dengan Anda artikel dari Zubli Zainordin, seorang penulis pembangunan diri saya bagi saya setanding dengan nama-nama penulis dan motivator 'otai' lain di dalam negara kita.

Saya tak tahu kenapa saya minat dengan stail penulisannya, saya cuma ikut kata hati. Dari apa yang saya bandaingkan dengan penulisan dari motivator lain, Zubli Zainordin mempunyai gayanya yang tersendiri, sedikit melucukan dan santai. Tiap kali membaca artikel karangannya membuat saya gembira dan timbul banyak idea. Tak perlu pakai headline, sekali baca dah tahu itu artikel karangan Zubli Zainordin. Dia seorang yang unik dan luar biasa pada pandangan mata saya kerana melihat apa yang tak nampak, terutama konsep 'Total Happines' dan 'Syncronity For Change'. Saya sungguh kagum dengan beliau, sekagum saya pada Andrew Matthews dan Steve Pavlina. Ok, back to topic. Kali ini saya mahu berkata mengenai soalan-soalan positif. Bukan untuk di tanya pada orang lain tapi soalan-soalan untuk Anda tanya pada diri sendiri. Tujuannya, untuk membolehkan Anda fokus pada matlamat Anda, apa saja cita-cita Anda dan apa saja yang Anda mahu capai. Sesetengah orang hilang fokus dan mula hilang arah kerana terperangkap dengan idea-idea liar dan kadangkala tidak tahu apa yang perlu dilakukan seterusnya. Soalan-soalan positif ini baik untuk Anda kerana ia memandu usaha Anda kepada kerja yang benar-benar mendatangkan hasil. Antara soalan-soalan positif ini adalah:
Apa yang aku mahu sebenarnya, apa yang aku mahu miliki?
Dalam banyak-banyak soalan, pilih untuk tanya diri Anda dengan soalan-soalan bermula dengan 'Bagaimana', atau Apa Cara... , sebab soalan-soalan yang bermula dengan 'bagaimana' adalah soalan-soalan positif yang akan menemukan Anda dengan jawapan-jawapan positif lalu menjadikan usaha Anda lebih berhasil.
Orang cemerlang, jutawan cemerlang dan billionaire cemerlang sentiasa bertanya pada diri mereka dengan soalan 'Bagaimana'.. Sedangkan orang-orang kecil dan golongan marhaen, dari apa yang saya nampak sentiasa mempersoalkan 'kenapa' dan bertanya 'mengapa' selain memaki hamun pada situasi yang tidak berpihak kepada keinginan hati mereka. Dari apa yang saya lihat, jika satu masalah terjadi pada Anda, jangan bertanya "kenapa ini terjadi padaku?' .. sebab, tanpa Anda sedari itu adalah satu bentuk soalan negatif kerana setelah bertanya begitu akan timbul rasa tidak puas hati, geram dan tertekan secara halus. Setelah itu akan membawa lebih banyak masalah negatif pada diri Anda. Ini hukum Law Of Attraction. Sebaiknya, jika Anda dilanda apa jua masalah, tanya diri Anda "apa yang aku boleh buat untuk mengurangkan masalah ni?" .. itu adalah bentuk soalan positif. Lebih banyak Anda tanya pada diri sendiri dan lebih banyak Anda memikirkannya dalam sehari, akan lebih banyak jawapan muncul di depan mata Anda. Paling penting, hilangkan keraguan, susah hati mahupun rasa takut. Gunakan soalan-soalan ini tanpa was-was.. Teknik bertanya pada diri sendiri ni selalu saya gunakan di kala masalah melanda, tidak kira sama ada masalah kewangan , emosi yang 'down' dan ketika saya perlukan suntikan semangat motivasi. Untuk jadi orang cemerlang, pelajar cemerlang, pekerja cemerlang dan usahawan cemerlang, latih diri untuk bertanya soalan-soalan positif yang saya kongsikan ini bagi melatih minda menjadi lebih cergas dan menjana idea bernas.. Mula hari ini juga !
Apa tujuannya aku mahu benda tu? Sebab apa aku mahukannya? Bagimana dan dengan cara apa? Untuk apa aku ada di sini? Apa yang aku mahu untuk diriku sendiri? Bagaimana aku boleh kurangkan masalah ni? Apa yang aku boleh buat untuk majukan diri sendiri?

Total Happiness - Why An Individual Cannot Achieve It

Kali ini saya membawakan artikel dari Zubli Zainordin, salah satu penulis yang saya kagumi. Artikel kali ini dalam bahasa Inggeris yang simple, santai dan pastinya memberi motivasi, saya petik dari blognya di http://totalhappiness.wordpress.com

Read on!

The purpose of this article is to expose to you as to why an individual cannot be in total happiness. Although, total happiness is not a secret exclusive to the few privileged, an individual must be willing to correct his or her perspective in order to obtain and sustain total happiness throughout his or her life. It is quite obvious to witness an individual who is always looking at other than the right way to seek for total happiness. The right way is, there is no other way to total happiness, and total happiness is the only way. That means, total happiness is growing inside each individual, and there, is the starting point for the individual to expand and extend this wonderful feeling, glowing outside himself or herself. Even after knowing this vital and valuable information, there is still an individual continuously seeking for total happiness, elsewhere, everywhere, anywhere, no where, or other places as a way that is away from the correct way to total happiness. While total happiness is readily available inside this individual, he or she is still facing in other directions outside, farther from the chance of obtaining genuine total happiness. While seeking for total happiness, this individual attempts to strive. His or her opinion is that striving seems a sure way to obtain true total happiness. That means, the individual striving for total happiness requires any, a combination, or all of these: an immense quantum leap forward, a really hard work, a large amount of energy, a powerful pervasive force, and a strong struggling movement, or some efforts that are more difficult than these. Yet, all these are unnecessary. The facts remain that an individual can obtain total happiness, instantly and immediately, now and here, at will, by simply making a decision to be totally happy, thus opting to choose total happiness, as a natural preference in this life. Foregoing this fact, and instead pursuing for a fiction or a falsehood, this individual begins to wonder as a wanderer in this life by asking why is it so hard to achieve total happiness, especially at the times when this feeling is needed the most? After which, his or her pursuit consists of more struggles to seek for total happiness at various places, where total happiness does not exists nor being presence. It is then extremely hard for this individual to achieve total happiness, because realize it or not, this individual is: 01) On the wrong path where total happiness is not available, 02) Feels like he or she must first climb a virtual or real mountain before actually achieving total happiness, 03) Moving on the correct path but become preoccupied on some other irrelevant activities, truly out of focus, 04) Just like wanting to be at a port in the mainland but he or she simply proceed into the sea during violent storms and against a clear vibrant tsunami. In the end, this is the individual who feels he or she cannot obtain total happiness, because instead of being in charge of him self or her self, the individual lives a life in accordance to the swings of his or her incessant and spontaneous moods. This is an accepted impossibility. The individual knows that there is a power within him or her. In addition he or she knows the possibility of accomplishing any goal toward total happiness, yet he or she does not proceed to know the door to total happiness. Yes, there is no other door to total happiness, and total happiness is the only door. Even after knowing this information, and being the key holder to the door toward total happiness, yet the individual does not even begin to move and easily opening the door. Yes, the individual knows the benefits of total happiness to him or her in this precious life. Be totally happy and being in total happiness first, then enjoys the benefits as the inevitable outcome of such a wonderful feeling. Yet the individual does not decide to be totally happy nor being in total happiness first. Instead the individual proceeds to seek elsewhere, no where, anywhere, and everywhere for total happiness. Therefore, ultimately the individual becomes tired of searching and researching, despite total happiness is always available, always here, within the sanubari in his or her own heart. This individual is seen in his or her attempts to obtain total happiness by doing exercises, trying to improve his or her mood swings, pretend to attain certain pleasure by eating chocolate, or even listening to music, or establishing a new friendship, pursuing to falling in love again, or joining an association, trying to developing a new hobby, or learning a new skill, go out of the way in helping others to find happiness that he or she cannot even find it himself or herself, and stoop low in faking a smile, or project a laughter, with the thinking that by doing so first, he or she can achieve authentic total happiness. The facts remain that total happiness is independent. Yes, total happiness is not dependent upon a subject or an individual; an object or a position; a context that includes a circumstances, a condition, an event, a happenstance, or a situation. For as long as this individual is seeking total happiness by doing some activities to obtain it, he or she can never obtain it. Should an individual hajat for total happiness, then he or she can obtain total happiness, instantly and immediately, by willing to make a decision to be totally happy, and being in total happiness, now and here. In fact he or she is able to sustain total happiness by opting to choose it, as a natural preference throughout his or her life.

Total Happiness - First Put The First Point First

Featured article by Zubli Zainordin http://totalhappiness.wordpress.com

Smile is a natural gesture, especially to a totally happy individual. The smile extends an actual, authentic, genuine, real, and true expression of total happiness.

Others even though highly qualified academically yet cannot even hold a simple smile for long, without silently saying “cheese”. Let us now explore smile as a gesture which is thought as a first before attaining total happiness. Particularly at the customer service counters.

“Smile…”

Yes, smile. Please observe that it is natural for a baby to spontaneously smile an original one for no apparent reason.

As the baby grows to be a child, he or she has accumulated more gestures. For this child the selection of a gesture is from many choices of the commonly known emotions.

However, on a continuum of a life span, the child who is now already a young adult, he or she may remember this natural and original gesture, only occasionally or it is being reserved for several special occasions calling for a smile.

Perhaps we may remember this, “Smile, you are on Candid Camera.” There are individuals smiling when they hear a call such as this.

The smiles also appear when these individuals are watching other television programs that convey a splendid feel good theme.

Even emails and short messaging systems provide a choice of many selection of what is commonly known as “Smiley”. While words are written, the meaning that these words convey can be perceived with different interpretations and thus giving shades of confusion beyond comprehension.

Smiley is used to amplify the right emotion, and thus potentially add the exactness to the meaning conveyed.

Next, at most photography sessions, a photographer instructs, for instance, “everybody, smile please”. Pause.

Not that easy to have everybody to do it abruptly together considering the current mood each of them is experiencing at the given moment. Then, the photographer says, “OK, everybody say cheese”. Click! That does it.

Yes, it is done but by a way of faking a smile. The outcome is obvious.

The people captured on still, seems as though they are smiling, yet fool and be fooled, what has been captured is none more than a group of people saying “cheese.” It has been said that there are ways to put a smile on people’s faces, yet the simplicity used by this particular photographer did not in anyway allow the true meaning of a smile.

The outcome is obvious. The people captured on still, seems than a group of people saying “cheese.” It has been said that there are ways to put a smile on people’s faces, yet the simplicity used by this particular photographer did not in anyway allow the true meaning of a smile.

In our life do we smile or we are faking it by silently saying “cheese” all along. Else, how many times have you heard someone says to you, or asks you to do it, or advice you to act it out in order for you to be happy or totally happy?

Pertinent at this point is to ask, “Do you smile first in order then to attain total happiness?” or “Do you attain total happiness first, in order then to smile?”

Be wise to first put the first point first.

If you answer, with the former, please observe can that smile directly lead you to be totally happy and being in total happiness? Are you able to maintain and sustain that smile long enough to reach total happiness? Do you smile one that is actual, authentic, genuine, real, sincere, and true?

If you belief such is so, and you are able to smile first and then attain, maintain, and sustain total happiness, that is great. Congratulations! Yet, that is trickery at its best.

We have witnessed speakers giving such an advice to an audience who are then exhilarated with the outcome. But that is not real magic. Such an act is far from understanding the awesome power of our mind.

At most, a smile is usually associated with the act of whitening the teeth, yet none speak so eloquently on the purity of the heart to naturally and spontaneously smiling. We know for a fact that a smile first before being in total happiness is beyond the reach of those holding such a belief.

The smile cannot be produced so much so it is full of radiance, and filled with a wholesome delight.

The probability of its attainment is always nil, always.

Why?

It is because, the fact remains that total happiness is not dependent on smiling or any other similar gestures. Total happiness is independent of smiling first.

This is the bewilderment that baffles individuals all over the world, within many sectors of living particularly at the customer service counter. This particular counter is a spot that also puzzles individuals who manage public organization, private enterprise or professional companies offering services to their customers.

Usually, as the door opens for business, an executive shall shout out to the staff, “Here they come, smile everyone…” Possibly most are saying “cheese” rather than a gesture of a genuine smile. A smile makes all the difference. But the difference is whether the smile is displayed by saying “cheese”, or projected from the heart shared with utmost sincerity.

In the customer service department, it can be a rule number one, “to smile”. More than this, the rule can be extended, “to smile at every working moments.” Again, “smile at everyone.”

What if some of the staff are grinning instead of really smiling? Possibly most do not know the eyes signal first informing of a smile that is coming. Smiling, lips only with the eyes so dull, does not constitute a bright smile.

But very close to faking. Perhaps it is much easier, for a clown to display a wide and nice smile to hide what real emotion the individual is actually experiencing.

So, can an individual be forced to smile? Who are the these people who are coaching others to act as if, makes believe it, pretend to be it, fake it till you make it, or similar, in relations to smile and smiling, yet at the same instance coaching this individuals to be your self and be true to yourself.

Such is an ultra inconsistency and supra contradictory to the basics and basis of coaching. Yes, a smile or what seems like a smile has been or is being displayed, but customers come into the business premise with various emotions.

A smile is said to be affective or contagious. But a smile that is extending politeness can possibly get a return with a smile of an equal or better pleasantness. This is possible.

However this is not always so, because the same or similar smile extending courtesy can be quipped or lashed back with anger, fury, rage, resentment, frustration, disappointment, dissatisfaction, discontent, displeasure, and perhaps worst than these.

A totally happy individual in total happiness is already and always smiling. It is a wonderful emotion inside of total happiness, projecting out, and reflecting to further spreading of an actual, authentic, genuine, real, and true smile. Is there a need for anyone to say, even ask, or to advice this individual to smile?

Thus in other sectors of living, especially the service industry, companies shall be wise in employing individuals who is totally happy as a criteria. Yes, individuals who is naturally a pleasing personality, rather than others who are also having the qualifications but at a lost of control by the variations in their moods.

Unfortunately, the ability of an individual to control rather than being control by his or her moods has no direct correlations what so ever with even earning an “A” in a subject such as an Introduction to Customer Service. There are such individuals who have undergone schooling and through with possessing a higher certification, yet they are not able to even simply smile naturally.

Be wise to consider shall it be beneficial to spend or invest on orientation, training, re-training, counseling, coaching, mentoring, and what is commonly practiced, for these individuals who are qualified but cannot even smile properly. The allocations can be well spend on the performers who are totally happy and ever ready to contribute more.

Else, be ready to experience the presence of these individuals who are contributory to the business premise as a place, a prison of pain, and not a space sure a palace of pleasure.

Potentially, now is the moment, for all of us, in the customer service industry, or other sectors of living, to first put the first point first. Let us attain total happiness first, and then allow the natural and original smile glowing radiance of a special delight, in sharing meaningfulness in the meaning of that smile.

Zubli Zainordin is a professional Public Communicator. An established author in Malaysia, who has published 4 books in his native language. He is presently authoring - Your Wisdom of Total Happiness - for the English speaking market.

Zubli Zainordin is a Platinum Expert EzineArticles Author.

Also, a MARA Business Management Consultant, and MARA Expert Trainer.

Zubli Zainordin earned a M. Sc. in Communication - Radio/Television/Film from Indiana State University (Terre Haute, Indiana, USA), Diploma in Mass Communication from University Technology MARA, and Diploma in Translation - Technical and Science, from the National Translation Institute.

Cemerlang Dari Dalam Minda

Kali ini saya mahu berkata tentang kecemerlangan, secara spesifiknya, saya ingin berkata di mana tempat sepatutnya kecemerlangan bermula.

Sebelum kita mencapai kecemerlangan, kita perlu cemerlang di hati dan di minda terlebih dahulu. Kecemerlangan itu sendiri perlu berlaku, perlu terbit di dalam minda kita sebelum ia di zahirkan di alam realiti. Caranya, visualkan kecemerlangan yang Anda idamkan itu seolah-olah sudah berlaku sekarang ini, hari ini di saat ini dan Anda menjadi sungguh gembira kerana Anda sudah mencapai apa yang Anda inginkan. Bayangkan seolah-olah ia benar terjadi di depan mata Anda sekarang. Minda separa sedar peka kepada visual dan akan merakam segala apa yang Anda lihat, yang tergambar di dalam kepala tak kira ia reliti atau bayangan dalam minda sahaja. Fakta sains neurologi mengatakan, selain visual minda separa sedar kita peka kepada pergerakan (kinestetik) dan bunyi-bunyian (auditory). Jadi, bayangkan apa takrif kecemerlangan itu pada Anda, keadaaanya, suasananya, rupanya dan bunyi yang ada disekelilingnya. Imaginasikan secara terperinci, sedetail yang mungkin. Jika matlamat Anda mahu menjadi pelajar cemerlang, tanya pada diri Anda bagaimana maksud kecemerlangan pada diri Anda sebagai seorang pelajar. Misalnya mungkin pada hari Anda bergelar graduan di hari konvokesyen Anda atau bila mendapat pointer tinggi. Lihat dalam bayangan Anda bagaimana ramainya orang di sekeliling Anda, wajah kedua orang tua Anda, hilai tawa ceria rakan-rakan sekelas Anda dan Anda dapat melihat dengan jelas tangan Anda memegang segulung ijazah yang sudah tertulis nama Anda. Sesudah itu bayangkan bagaimana rupanya jubah konvokesyen yang Anda pakai, warnanya, jenis kainnya, pergerakannya bila di tiup angin dan tiap kali Anda berjalan, rasa kainnya bila Anda sentuh (licin ke, kasar ke) dan berat topi konvokesyen yang Anda pakai di atas kepala. Bayangkan sedetail yang mungkin menggunakan sepenuhnya kelima-lima deria Anda, penglihatan, pendengaran, sentuhan, bau dan rasa. Imaginasikan ia bagaikan sebuah filem gambar bergerak, bukannya gambaran mental yang statik sahaja. Jika Anda seorang pekerja dan matlamat Anda mahu menjadi pekerja cemerlang, tanya diri Anda apa maksud kecemerlangan pada diri Anda sebagai seorang pekerja, misalnya ia bermaksud bila Anda berjaya merangkul hadiah pekerja cemerlang, berjaya dinaikkan pangkat dan dapat kenaikan tangga gaji lebih daripada rakan sekerja Anda. Mungkin juga Anda jadi pekerja cemerlang bila gambar Anda terpampang di papan kenyataan jabatan Anda dan dengan tajuk besar bertulis "Pekerja Terbaik 7 Bulan Berturut-turut." Walaupun apapun ia, pilih satu yang ngam dengan hati Anda dan bayangkan situasi itu di dalam minda Anda sekerap yang mungkin, sedetail yang mungkin. Inilah apa yang saya maksudkan kecemerlangan dari dalam minda. Bayangkan sekerap mungkin setiap hari di kala Anda sudah cukup relaks, santai dan berada di waktu renggang. Hadirkan sekali perasaan gembira, seolah-olah ia sudah benar-benar berlaku saat ini. Semakin kerap Anda mengimajinasikannya, semakin peka minda separa sedar kepada apa yang Anda bayangkan. Ini juga selari dengan konsep Law Of Attraction, maksudnya bila kita mahu menarik apa yang kita mahukan, kita membayangkannya di minda dan menghadirkan perasaan diri kita sekali di ketika itu. Formulanya saya rumuskan begini, Fikiran + Perasaan = Penarikan. Dalam Bahasa Inggerisnya:
Thoughts + Feelings = Attraction.

Disiplinkan Diri Mengawal Minda

Bidang spiritual, perihal minda dan psikologi kejayaan menjadi minat saya sekian lama. Di waktu mula-mula dulu minat ni bercambah bila saya banyak membaca artikel minda dan tips visualisasi dalam bahasa Inggeris, apa saja yang berkaitan dengan minda, semua saya print dan baca berulang-ulang kali.

Dari apa yang saya lihat, masyarakat sekeliling kurang peka pada perihal minda dan potensinya untuk mencapai kecemerlangan peribadi. No wonder mengapa orang-orang cemerlang menjadi begitu hebat pencapaianya, they knew something. Mereka mengetahui sesuatu yang orang lain tak tahu, iaitu kuasa minda. Bila saya bercakap mengenai kuasa minda pada kengkawan saya, mereka start menjauh dan mengatakan apa yang saya cakap ni 'mengarut'. Tapi, saya dah nampak kesan pemikiran mereka sendiri pada kehidupan sehari-hari yang mereka jalani. Banyak yang saya perhatikan, terutama masalah kewangan mereka sebab mereka katakan pada diri yang masalah kewangan mereka takkan pernah surut dan tak pernah habis-habis. Bila saya kata, tumpukan fikiran pada penyelesaian masalah, they told me to GO AWAY dan semua tu takkan berkesan. Well, jika itu apa yang mereka fikirkan, so be it. Tak tahu di mana silapnya saya, mahu menerangkan pada mereka supaya tukar stail pemikiran mereka tapi saya tak diminta untuk masuk campur. Selain tu bila saya analisis pattern pemikiran mereka, nyatalah yang mereka masih berada di tahap pemikiran negatif dan tidak berhati-hati dengan segala percakapan mereka, yang keluar dari bibir mahupun yang ada di dalam hati. Bahkan, mereka memaki-maki dengan kata-kata kesat. Bila saya dengar kata-kata sebegitu bagaikan satu arus letrik menyengat yang 'menyakitkan' buat diri saya. Saya elak kata-kata sebegitu kerana ia menurunkan motivasi diri saya. Setiap kali bangun pagi, kawan-kawan serumah saya ni terus memikirkan masalah kewangan, gaji yang sedikit dan perbelanjaan yang semakin banyak. Selain tu dari apa yang saya perhatikan mereka mencemuh orang-orang yang kaya, yang banyak duit dan yang memandu kereta mewah. Nyatalah gelombang minda yang lahir dari minda mereka adalah gelombang negatif, penuh dengan iri hati, menyampah dan meluat. Semakin banyak mereka 'layan' pemikiran sebegitu, semakin teruk hidup mereka jadinya. All i can say, mereka yang memberi 'masalah' pada diri sendiri kerana mereka telah memilih untuk berfikir sedemikian bukannya yang pemikiran yang baik-baik dan yang positif. Bila saya katakan pada mereka supaya cuba bersangka baik pada orang lain, thay say what i'm talking is 'crap'. Kesan dari itu, saya membuat kesimpulan sendiri. Perihal minda, teknik mind setting dan kawalan esmosi masih kurang di dalam masyarakat kita. Saya pula bergelut dengan banyak arus negatif di dalam rumah ni tiap hari. Sungguh mencabar. Dari apa yang saya perhatikan, orang-orang cemerlang semakin cemerlang dan terus cemerlang kerana mereka tahu memanipulasikan kehebatan minda dan jarang share rahsia tu dengan ramai orang sebab tak ramai yang mampu memahaminya. Mungkin juga mereka pernah mengalami situasi yang sama seperti saya. Tidak ramai yang tergerak hati nak ambil tahu perihal minda. Selalu yang faymes, potensi minda untuk tarik duit. Tapi lama-kelamaan mereka give up kerana tidak sanggup mendisiplinkan diri dengan fikiran-fikiran positif, mengatakan susah untuk berubah menjadi orang yang berfikiran positif dan takde gunanya berfikiran positif kerana masalah kewangan mereka masih di tahap yang sama. Terus terang saya katakan kuasa minda memerlukan disiplin diri dan keazaman yang kuat. Saya bersyukur kerana berkat dari masalah-masalah lalu, saya ditemukan dengan kuasa minda lalu saya pelajari untuk merubah hidup saya. Kebanyakan darinya ada dikongsikan oleh Amar dalam bukunya Rahsia Minda Jutawan. Selain tu teknik-teknik minda yang dikongsikan oleh M.Rozani dalam bukunya Kuasa Minda Separa Sedar banyak membantu saya 'stay on course' dan memandu perjalanan kerjaya saya agar tidak tersasar dari matlamat asal. Setakat ini hanya 3 buku yang memberi panduan mengenai kuasa minda dalam bahasa Melayu. Pertama buku Dr Tuah Iskandar dan seterusnya buku tulisan Amar dan M.Rozani. Rujukan saya pula kebanyakan dalam Inggeris, terutama The Secret dan Think & Grow Rich. Lepas baca saya amalkan apa yang ditulis dalam buku tu dan saya gabungkan dengan zikir. Secara jujurnya saya berkata gerak hati saya kuat setelah rajin mengamal zikir. Saya dapat bayangan visual siapa yang cari saya, ahli keluarga yang nak datang ke KL dan kawan-kawan yang berada di luar pintu rumah walaupun ketika saya menaip. I donno how to explain, i just can 'feel' them. Ini bukan mengarut, tapi dah berlaku tiap hari. Saya takde kelulusan professional dalam bidang spiritual. Saya mengamal dan mempraktikkan apa yang saya baca dari banyak buku minda, artikel kuasa minda dan sumber-sumber bacaan perihal kuasa minda yang banyak di Internet. Bila dah tahu kuasa minda dan mula amalkannya, kena hati-hati dengan apa yang kita fikirkan, yang kita bualkan dan yang kita rasakan dalam hati, kerana ia akan menjadi realiti. Remember, thoughts become ... THINGS.

Rahsia Minda Jutawan

Asmkm dan salam sejahtera..

Saya telah membaca sebuah buku, tajuknya Rahsia Minda Jutawan tulisan Amar Mahmood. Dari apa yang saya baca, Amar merupakan seorang pakar minda dan berpengalaman dalam kuasa minda. Dia bertindak sebagai jurulatih di syarikat milik beliau, Mind Empowerment Centre, Melaka. Selain itu dia juga mempunyai kelayakan professional dalam bidang bio energi dan merupakan grand master dalam Reiki Usui dan Kundalini.
Media_httpbp3bloggerc_uothu
Saya akan berkongsi dengan Anda apa makna Kundalini dan Reiki di artikel akan datang. Buku ini berharga RM21 dan pada pendapat saya yang pertama sekali mengupas minda jutawan sekali ngan penggunaan teknik kuasa minda dalam misi Anda menjadi jutawan. Buku berkaitan minda dah banyak yang saya baca dan saya turut amalkan apa yang diajarkan di dalam buku-buku tersebut. Sebelum ini, buku paling saya suka adalah buku Kuasa Minda Separa Sedar tulisan Mohd Rozani Pawan Chek. Mungkin tersenyum-senyum dia bila membaca tulisan ni. Berbanding dengan lelaki lain, minat saya lebih pada buku, sukan, muzik dan teknologi. Saya akan mengulas beberapa buku minda yang saya miliki. Setelah selesai membaca buku Rahsia Minda Jutawan, apa yang boleh saya katakan buku ini mengandungi panduan padat bagaimana mahu menerapkan mindset seorang jutawan cemerlang, menumpu pada langkah pembentukan minda jutawan lalu memperkasakannya supaya individu tersebut jadi cemerlang dalam perniagaannya. Dengan ayat lain, buku ini membincangkan kaedah menjadi jutawan dengan cara halus dari aspek spiritual. Rasanya ini juga konsep minda sama yang telah digunakan oleh Joe Vitale dalam bukunya Attrator Factor. Kuasa minda sebenarnya ada pada setiap orang. Ia satu kemahiran yang boleh dilatih dan boleh dikuasai seperti kemahiran lain. Kuasa minda lahir dari perbuatan kita yang FOKUS pada sesuatu, tidak kira matlamat, cita-cita, azam mahupun kemahuan yang meluap-luap. Dalam buku ini , Amar memberikan 5 rahsia membentuk mindset jutawan, antaranya:
1. Kesedaran pada kekayaan

2. Blueprint yang betul

3. Matlamat kewangan yang jelas dan tetap

4. Menggunakan kekuatan minda separa sedar

5. Keyakinan dan kepercayaan diri yang betul

Selain itu, Amar juga berkongsi cara memperkasakan minda yang boleh dipraktikkan oleh sesiapa sahaja termasuk Anda dan saya. Ini termasuklah affimasi diri (Self Affirmation) dan teknik Visualisasi.
Law Of Attraction tidak disentuh dalam buku ini. Namun, sahabat saya Raymond mempunyai pengetahun mendalam dalam Law Of Attraction dan menulis setiap hari berkenaan LAw Of Attraction di blognya. Klik di sini untuk ke blog Raymond. Point seterusnya, Amar juga menyenaraikan 12 sebab kenapa Anda tidak jadi kaya dan memberi 5 kunci menarik wang datang pada Anda. Ini semua adalah perkara yang simple, tapi hanya kita yang asyik lupa dan tak mengambil berat hal ini. Orang kata, knowledge is power. Tapi, sebenarnya mempunyai pengetahuan yang banyak saja bukanlah 'power'. Bila Anda banyak membaca buku dan banyak mengetahui sesuatu perkara lebih dari orang lain di sekeliling Anda, maka Anda sudah menjadi ibarat perpustakaan bergerak. Kuasa ilmu atau 'knowledge power' ni sebenarnya terletak pada tindakan Anda mempraktikkan apa yang Anda baca. Itulah kuasa pengetahuan yang sebenarnya. Segalanya bermula dengan ilmu, isikan minda dengan ilmu dan kemudian bertindak aktif, positif, progresif. Tanpa ilmu Anda akan hilang arah tujuan dan tanpa ilmu, Anda mudah putus asa. Akhir kata, buku ini sangat bagus!. Ia ditulis dalam bahasa yang santai, tak terlalu teknikal dan memberi semangat pada sesiapa jua yang membacanya. Saya sungguh kagum dengan Amar kerana berjaya menggabungkan motivasi jutawan dengan penggunaan kuasa minda. Saya secara peribadi mencadangkan buku ini kepada Anda yang mahu mencemerlangkan diri, kerjaya dan kewangan peribadi selain yang berniat mahu menjadi jutawan seperti Irfan Khairi, Azizi Ali dan Syed Mokhtar Al-Bukhari. Setelah itu, jika Anda mahu tahu lebih detail lagi mengenai kuasa minda, saya cadangkan Anda baca buku Kuasa Minda Separa Sedar untuk rujukan yang lebih advance mengenai kuasa minda separa sedar, mengetahui makna Reiki dan memahami definasi Kundalini. Buat bro M.Rozani dan bro Amar, terima kasih kepada pada Anda berdua kerana menulis buku minda yang sungguh bermanfaat. Tak banyak rujukan kuasa minda dalam bahasa Melayu, berkat usaha kedua-dua penulis ini, kita sudah ada rujukan berbahasa Melayu mengenai kuasa minda selain blog-blog minda seperti blog LinnComel.com Jika Anda mahu tahu lebih detaik lagi mengenai buku Rahsia Minda Jutawan, klik di sini. Anda juga boleh membelinya secara online di situ. Doa dari saya, moga Anda cemerlang hendaknya.

Sistem kepercayaan

Kali ini saya mahu berkata tentang sistem kepercayaan. Pada pendapat Anda, bagaimana hidup Anda hari ini, susah? senang? sekejap susah sekejap senang atau susah mahu senang? Walau apa pun ia, perlu berhati-hati ketika memilih sistem kepercayaan Anda sendiri. Sistem kepercayaan ni juga di panggil 'belief system'. Sesetengah orang berkata hidup ini susah untuk nak senang. Dia kata cari duit tu susah benar. Biar saya bongkar satu rahsia. Sistem kepercayaaan kita inilah yang membentuk diri kita, masa depan kita dan suasana di sekitar kita sebenarnya. Apa jua yang terjadi dalam hidup kita, ia bukan saja di sebabkan oleh Law Of Attraction, Law Of Vibration mahupun kuasa Minda, tapi sistem kepercayaan ni. Ia turut membentuk jenis tindakan kita sama ada positif mahupun negatif. Jika Anda anggap cari duit tu susah, maka akan susah jadinya dan bertambah susah bila Anda sering mengeluh dan merasa tertekan sebab merasa tak cukup duit, susah nak dapat duit sedangkan bil-bil yang perlu di bayar melambung tinggi angkanya. Tanpa Anda sedari, Anda sendiri telah menanam sistem kepercayaan bahawa duit tu susah di cari lalu minda menjadikan ia sedemikian. Pada saya, cari duit tak susah, cuma perlu tumpukan pada usaha yang benar-benar mendatangkan hasil. Biar bekerja cara bijak, bukan bekerja kuat dengan tenaga fizikal semata-mata. Perkataan susah itu sendiri jika selalu disebut, mendatangkan situasi-situasi yang akan 'menyusahkan' kerana Anda melafazkannya dengan perasaan geram, sakit hati dan sedikit tertekan. Susah, perkataanya tu berbunyi negatif. Cuba tukar susah tu kepada perkataan yang lebih positif, iaitu 'mencabar'. Katakan pada diri. "Huh, cari duit ni sungguh mencabar". Kesannya Anda akan rasa bersemangat cari duit kerana ia menjadi satu cabaran bagi Anda dan takkan ada siapa yang mahu kalah pada cabaran lalu terus semakin kuat berusaha. Selain tu, ia menjadikan Anda seorang yang optimis. Tapi kalau pakai perkataan susah, bunyinya negatif akan membawa gelombang negatif kepada diri Anda lalu menarik situasi-situasi negatif, perkara-perkara negatif dan benda-benda negatif. Jika Anda katakan pada diri "Hmmm.. susahnya cari duit ni" Anda sebenarnya telah meletak diri Anda sendiri di jalan kesusahan tanpa Anda sedari. Minda kita menangkap apa saja yang kita bualkan dengan diri sendiri dalam hati, semua apa yang sentiasa bermain di fikiran kita dan apa yang membuat kita tertekan. Ia ibarat sahabat karib yang menuruti apa saja yang ada di dalam fikiran Anda. Setiap orang ada metaforanya tersendiri. Sesetangah orang berkata 'Life Is A Game'. Tapi, game yang macam mana? Apa perasaan Anda ketika mengucapkan metafora itu? Kalau kalah dalam game tu cemana jadinya Anda? Sesetengah orang pula berkata 'Life Is A Mystery'. Dia berkata dengan konpiden yang hidup ini adalah satu misteri dan penuh dengan benda-benda yang misteri. Tapi, misteri macam mana yang Anda maksudkan? Mengapa hidup ini menjadi misteri pada diri Anda? Bila Anda percaya hidup ini adalah satu misteri, maka segala nikmat kehidupan takkan datang pada Anda kerana ia muncul dalam pemikiran Anda sebagai satu misteri yang tak tahu ujung pangkalnya, bukannya rahmat. Jadi, jangan heran kalau masalah sentiasa melanda diri Anda, banyak situasi yang tak diinghini berlaku dan Anda tak pernah kering dari masalah. Sebabnya, secara tak sedar Anda telah menetapkan sistem kepercayaan dalam diri bahawa hidup ini adalah satu misteri. Jadi, mulai hari ini, ubah sistem kepercayaan Anda. Kalau rasa cari duit tu susah, maka akan susah jadinya. Cemana kuatnya kita berusaha, akan tetap susah duit tu nak muncul sebab kita sendiri yang kata ia susah tanpa kita sedari. Ubah ayat tu kepada 'senang' dan 'mencabar'. Cari duit ni senang jadinya jika Anda tahu cemana nak cari dan apa tekniknya. Sebagai cabaran Anda akan berusaha sedaya upaya menyahut cabaran itu. Selain tu perlu sentiasa berdoa agar Anda dimurahkan rezeki dan bersyukur seolah-olah apa yang Anda mahukan tu benar-benar terjadi sekarang. Rezeki tuhan maha luas dan ada di mana-mana. Cuma, perlukan sedikit kajian dan penelitian. Kemudian, tumpukan usaha pada sumber rezeki yang benar-benar mendatangkan hasil. Akhir kata, work hard in 'smart way'. Moga Anda cemerlang hendaknya.

Minda Ibarat Cip Komputer

Kebanyakan dari kita tidak tahu peranan sebenar minda separa sedar dalam kehidupan kita sehari-hari.

Tak ramai yang tahu pasal minda dan tak ramai juga yang ingin ambil tahu mengenai kuasa minda. Akibat dari itu, kita memasukkan saranan-saranan negatif, pemikiran negatif, perasaan negatif dan tanggapan serba negatif ke dalam minda separa sedar kita tanpa kita sendiri sedari. Minda separa sedar sentiasa menerima apa saja pemikiran yang di masukkan ke dalamnya tanpa mengira ia baik atau buruk melalui perasaan Anda, kata-kata Anda dan emosi Anda. Minda separa sedar turut menerima segala tanggapan sama ada yang baik atau yang jahat. Ia tak kenal semua tu. Minda kita ibarat sekeping cip.
Media_httpbp3bloggerc_cnqur
Cip ini perlu diprogramkan terlebih dahulu untuk menjadikannya berfungsi. Terpulang pada tuan punya cip program macamana yang dimasukkan olehnya. Jika dia memasukkan program-program yang baik ke dalam cip itu lalu memasangnya pada sebuah robot, maka segala apa yang dibuat oleh robot tu akan baik jadinya, yang tak merosakkan dan yang tak menjahanamkan. Masukkan yang baik, hasilnya baik juga. Tetapi, jika Anda bertindak memasukkan dan menginstall program yang tak baik ke dalam cip tu, segala apa yang dijalankan oleh robot tu sudah tentu perbuatan yang tak baik, yang merosakkan, yang menghancurkan dan yang mendatangkan mala petaka sebab ia sudah disuruh untuk jadi begitu dan hanya itu saja yang dia tahu. Semuanya bergantung pada cip tadi yang ada dalam kepala robot tu. Perkataan "program" saya umpamakan sebagai sistem kepercayaan (belief system) kita sendiri. Ia terbit dari minda kita, terbit dari kata-kata kita sama ada yang di dalam hati mahupun yang keluar dari bibir kita. Jika Anda rasa Anda boleh buat dan percaya Anda boleh melakukan sesuatu, maka Anda sudah memprogram minda separa sedar Anda yang Anda boleh melakukan apa saja. Tetapi, jika Anda sangsi dengan kebolehan diri sendiri apatah lagi merendahkan diri sendiri, maka itulah yang akan jadi. Apa yang Anda fikirkan tentang diri sendiri itulah yang akan masuk sebagai "program" ke dalam minda separa sedar Anda.
Media_httpbp3bloggerc_xfxov
Bila dah masuk, minda separa sedar akan menjadikan Anda sentiasa merasa rendah diri, tak bersemangat dan merasakan hidup ini tak ada keindahannya sebab Anda telah memprogramkannya sedemikian tanpa Anda sedari. Untuk mengubah hidup Anda, ubah sistem kepercayaan Anda terlebih dahulu. Lihat orang lain. Bila mereka boleh buat, bermakna Anda juga boleh buat. Banyakkan baca kisah-kisah kejayaan orang lain, teliti kisah jutawan-jutaan dan orang-orang yang cemerlang. Ikut apa yang telah mereka buat, pelajari pemikiran mereka, kaji mind set mereka dan strategi mereka. Untuk jadi cemerlang, kita tidak perlu cipta teknik baru. Don't reinvent the wheel. Hanya ikut teknik kecemerlangan yang sedia ada dan gunakan ia untuk kejayaan diri sendiri. Ini sudah terbukti. Jimat masa, jimat tenaga dan jimat 'fulus' Anda. Irfan Khairi menjadi jutawan pada usia muda kerana dia mengkaji strategi yang dilakukan oleh Corey Rudl dan Ken Evoy lalu mengaplikasi hasil kajiannya itu pada perniagaan sendiri. Dengan menggunakan teknik yang telah diuji dan terbukti keberkesanannya oleh Corey Rudl dan Ken Evoy, dia berjaya menjadi jutawan pada usia ramai graduan menganggur. Jadi, Mula ubah sistem kepercayaan Anda hari ini juga. Programkan minda dengan ilmu, kemahiran dan attitude positif. Moga Anda cemerlang hendaknya.

Berfikir Positif, Bertindak Positif

Bila Anda dilanda kegagalan, jangan berkata yang Anda tak boleh buat.

Anda boleh buat sebenarnya, cuma cara yang Anda telah gunakan sebelum ini adalah cara yang salah dan ia adalah cara yang tak betul.

Jadi, cuba buat lagi, kali ini ubah strategi Anda untuk mencari cara yang betul.

Berfikir positif saja hanya 20%, tak cukup, yang selebihnya 80% tu adalah usaha positif.

Berfikir saja tak berkesan jika Anda tak mengambil apa-apa langkah.

Bila Anda gagal, mula bangkit dari kegagalan dengan berkata pada diri kegagalan tu telah mengajar Anda yang usaha Anda telah menemui cara yang salah.

Tidak ada erti gagal dalam dunia ni, gagal yang sebenar-benar gagal bila Anda telah berhenti mencuba dan "give up".

Anda belum berapa bagus lagi. Untuk menjadi lebih bagus, usaha lagi, cuba lagi.

Jika Anda gagal hari ini, tidak semestinya Anda akan terus gagal di masa hadapan.

Anda ada kelebihan tersendiri (hanya Anda saja yang tahu apa dia) keunikan tersendiri, dan kecenderungan tersendiri.

Anda tidak sedar semua kelebihan diri Anda kerana Anda tidak pernah mencuba sampai mana tahap pencapaian Anda, setakat mana sempadan diri Anda.

“WE all are limitless. We limit ourselves by thinking we can’t do, and keep telling this to ourself, in our MIND that we cant do!We are what we think all the time. If you think you CAN’T do, so be it”.

 

Tulis matlamat Anda dan selepas itu tanya diri Anda apa yang Anda boleh lakukan untuk mencapainya.

Ia mungkin dengan menerapkan mindset positif, menerapkan tindakan positif dan berasa kagum dengan kejayaan orang lain untuk menggerakkan diri Anda.

Satu lagi, tanya diri Anda bila Anda mahu mencapainya?

Untuk apa Anda set matlamat tu?

Adakah untuk suka-suka, untuk kalahkan pencapaian orang lain atau untuk membahagiakan orang-orang yang Anda sayangi?

Atau..

Untuk membina hidup diri Anda sendiri yang lebih baik dari sekarang?

Semuanya bermula dari dalam minda.

Cari ilmu dulu, penuhkan minda Anda dengan ilmu.

Belajar seumur hidup.

erk, aa? Apa? Anda sudah terlalu tua untuk belajar?

Mengapa Mr Kwok Yan Chee boleh menggenggam segulung Ijazah (Double Degree lagi tu!) pada umur 69 tahun? 

Saya kenal seorang ibu yang mengambil masa hampir 12 tahun belajar, dengan tugasnya sebagai seorang ibu, bukan mudah untuk membahagikan waktu untuk belajar di dalam masa yang sama.

Kalau orang lain dah tentu give up, tapi saya cukup kagum dengan dirinya kerana menjadi seorang ibu yang sungguh luar biasa.

Jika Anda dibawa ke sebuah blog, penulis blog itu adalah "dia" yang saya maksudkan. Saya sungguh kagum dengannya.

Balik ke tajuk tadi. Sesudah ada ilmu, cari kemahiran.

Kemahiran timbul bila kita melakukan sesutau berulang-ulang.

Sama juga dengan kemahiran mengawal Minda, Anda boleh mengawalnya dengan melatih Minda Anda berulang-ulang kali.

Apa saja kemahiran, jika mahu dikuasai hanya perlu Anda lakukan sekerap yang mungkin, ini dari apa yang saya dapati bila mula belajar berenang satu ketika dulu.

Akhir sekali, terapkan attitude positif.

Inilah kunci utama ketiga-tiganya (attitude, skills, knowledge).

Saya panggil "ASK Factor".

Attitude positif yang akan mencemerlangkan Anda, menjutawankan Anda dengan jalan yang halal.

Ingat! Dalam semua keadaan, kita sentiasa ada dua pilihan.

Sama ada mahu cemerlang atau gagal, gembira atau berduka, putih atau hitam mahupun biasa atau menjadi luar biasa.

Jika Anda mahu jadi yang terbaik, pilihlah untuk jadi orang yang cemerlang.

Jika Anda usahawan, pilih untuk menjadi Jutawan.

Jika Ada seorang pelajar, pilih untuk menggenggam Anugerah Dekan.

Jika Anda masih orang biasa, pencapaian yang biasa-biasa, pilih untuk jadi luarbiasa!

Katra Azizi Ali, hidup ini terlalu singkat untuk menjadi orang biasa. Buktinya, dia seorang jutawan.

Doa saya, moga Anda cemerlang hendaknya.